Ukir Sejarah Manis! Timnas Putri Indonesia Juara Piala AFF Wanita 2026, Erick Thohir Siapkan Skuad Menuju Asia
KAJIAN 4D NEWS - Sejarah baru tercipta! Skuad Garuda Pertiwi sukses menjuarai Piala AFF Wanita 2026 usai membantai Laos 5-0 di partai final. Simak ulasan taktik, perjalanan tim, hingga target besar PSSI di level Asia berikut ini!
Skuad Timnas Putri Indonesia (Garuda Pertiwi) resmi mengukir tinta emas dalam sejarah sepak bola nasional. Usai mengandaskan perlawanan Laos dengan skor telak 5-0 di partai puncak, Indonesia berhasil membawa pulang trofi AFF Women's Cup 2026.
Per 23 Juli 2026, euforia kemenangan ini merambah ke seluruh penjuru Tanah Air. Hasil ini tak hanya memutus dahaga gelar, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa proses transformasi dan pembinaan sepak bola putri Indonesia mulai menunjukkan hasil yang luar biasa di panggung regional.
Dominasi Total di Partai Final: Pesta 5 Gol Tanpa Balas
Bertanding di Stadion Kuala Lumpur, Malaysia, skuad asuhan Garuda Pertiwi langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Penguasaan bola yang dominan serta kreativitas di lini tengah membuat pertahanan Laos kewalahan meredam gempuran Indonesia.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-33 melalui eksekusi tenang Sydney Hopper yang memanfaatkan umpan terobosan terukur. Gol tersebut sekaligus menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 untuk Indonesia.
Memasuki babak kedua, kestabilan taktik dan fisik para pemain Indonesia semakin terlihat menonjol. Pesta gol pun berlanjut:
Isabelle Nottet (48') menggandakan keunggulan lewat tembakan keras dari luar kotak penalti.
Estella Loupatty (55') menambah keunggulan menjadi 3-0 melalui skema serangan balik cepat.
Felicia de Zeeuw (67') mencetak gol keempat memanfaatkan bola muntah di depan gawang.
Emily Nahon (83') mengunci kemenangan menjadi 5-0 lewat tandukan tajam menyambut umpan sepak pojok.
Perjalanan Tanpa Noda: Rekor Statistik Memukau
Gelar juara ini makin terasa istimewa jika melihat perjalanan Garuda Pertiwi sepanjang turnamen. Dari fase grup hingga partai final, Indonesia mencatatkan rekor tak terkalahkan (unbeaten) dengan rekor pertahanan yang sangat kokoh.
Kedalaman skuad yang diisi oleh kombinasi pemain muda berbakat dan pemain berdarah keturunan (heritage) terbukti ampuh meningkatkan kualitas permainan tim secara drastis. Lini belakang tampil sangat disiplin, sementara efektivitas penyelesaian akhir di lini depan meningkat signifikan dibanding turnamen-turnamen edisi sebelumnya.
Erick Thohir: "Euforia Cukup Hari Ini, Target Kita Berikutnya Adalah Asia!"
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyambut kemenangan ini dengan apresiasi tinggi namun tetap memberikan dorongan agar tim tidak cepat berpuas diri.
"Ini adalah hasil dari kerja keras seluruh pemain, staf pelatih, dan komitmen pembinaan yang konsisten. Namun, keberhasilan di Asia Tenggara baru langkah awal. Target jangka panjang kita adalah membawa Garuda Pertiwi bersaing secara kompetitif di level Asia," tegas Erick Thohir saat memberikan ucapan selamat kepada tim.
KAJIAN 4D NEWS - Untuk mendukung misi tersebut, PSSI telah merancang serangkaian program strategis, mulai dari penyusunan agenda FIFA Matchday melawan tim-tim kuat Asia, pemusatan latihan (tc) di luar negeri, hingga akselerasi kompetisi liga putri domestik yang lebih terstruktur.

